Friday, February 06, 2004

ajak kekesalan seseorang pada seorang faqir

"Kau hanya seperti seorang gila, berpuisi bak seorang Pujangga saja. "

hahahaaaaa....yang gila siapakah?
apakah ayat-ayat Tuhan atau orang yang sedang kesal ini?
atau aku yang diberi kegilaan untuk memberikan sesuatu kesejukan bagi orang
ini?
demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi

"Jangan ganggu aku dengan puisimu, karena akan membuat semakin dalam
kekesalanku!"

masih ada kekesalankah dihatimu?
itu adalah puisi yang Allah beri

"antara kediamanmu ya Allah, ada tersirat sesuatu yang tersembunyi
dalam cintamu ya Allah, ada suatu yang menyakinkan diri"

"Mengapa tak pergi berhaji saja dengan semua puisimu?"

hajiku didalam dada
sholatku didepan mata
hidupku dalam genggaman tangan Ilah
antara hidup dan matiku ada sesuatu rahasia
puasaku dalam otak
dzikirku dalam lidah

"Ada kemuakan dalam hatiku karena puisimu, wahai orang faqir."

"ya Allah, berikanlah pada hambamu yang satu ini sebuah rezeki yang baik
dihari esoknya
karena demi cintamu aku akan berikan jiwa ragaku untuk meminang sebuah senja
karena aku hanyalah bayanganmu saja
tiada kuasa untuk berkehendak sesuatu kecuali dengan kata "Kun"-MU itu"

"Persetan dengan semua puisimu!"

"sesungguhnya aku tiada berniat untuk melakukan dosa, ya Allah.
tapi berilah pelita pada hambamu yang satu ini dalam kegelapan pikiran yang
hadir diotaknya"

antara malammu kuinginkan kesejukan jiwa...
antara firmanmu kuinginkan kata mutiara
antara pejaman mataku ada sekilas cinta
antara genggaman tanganmu kan kuraih rindu damba

"Dalam kekesalanku karena sakit hati pada seorang pria."

hanya karena seorang pria bisa membuat kekesalah didalam dada?
apakah cinta tuhanmu tidak berarti bagi diri hambanya?
apakah cuma sebuah kata bisa menggores dan menusuk hati didalam dada?
apakah cinta laila bisa berakibat putus asa dan mati karena majnun pergi
meninggalkannya?
apakah shinta meminta pada rama untuk memanah jantung hingga tembus
kebelakang punggungnya?

untuk apa Musa berjalan mencari Tuhan di Tursina bila seorang hamba lari
dari Tuhannya?
untuk apa sebuah pertemuan antara dua busur diciptakan bila cinta tuhannya
ditampik dari pandangan
untuk apa seorang robiyah al-'adawiyah ingin neraka hanya karena sebuah
ridlo darimu, ya allah?
untuk apa Abu Nuwas bersyair sehingga membuat hatiku menangis karenanya?
untuk apakah tanda tanya dibuat bila tiada sebuah jawaban didalamnya?
untuk apakah raga dicipta bila ruh sudah keluar dari maqamnya?

antara kuburan ada yang berjalan terseok karena lincahnya dengan dunia
antara sebuah kematian ada tersirat sesuatu yang bisa melalaikan hamba

hanya cinta, katanya
aku tak inginkan nafsu

hanya kesal, katanya
sehingga dosa ditumpahkan kepadaku

hanya muak, katanya
sehingga kalimat murka datang dihadapanku

antara jalan yang satu dan yang lain..
sesungguhnya kuinginkan jalan tengahmu
bersama para mursyid dalam kalam karimmu

"Apakah ada sesuatu yang merasuk dirimu hingga berpuisi begitu?"

hai yang bersembunyi didalam dada
membisikkan sebuah dosa-dosa
merakit singgasana neraka
mencabik tulang para mayat berjalan hingga lupa
menyusun mimpi-mimpi dalam sebuah karma
membikin aroma tuak menjadi air raksa
antara buaian tiada berkesudahan
bila memang ia ingat mati
sesungguhnya ada terbersit cinta dalam hati

--dody iskandar

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home